Kamis, 22 Juni 2017

Pertemuan ke-11 Pancasila

Nama                          : Ellian Firdanti
NIM                            : 8323162845
Kelas                           : D3 Akuntansi 2016
 
Pertemuan kesebelas mata kuliah umum Pendidikan Pancasila diadakan pada hari Senin, 27 Mei 2017 mulai pukul 09.50-11.30. Adapun tantangan yang diberikan pada pertemuan kesebelas mata kuliah umum Pendidikan Pancasila yaitu mahasiswa harus mempresentasikan didepan kelas Pendidikan Pancasila kode seksi 0144 mengenai materi  “Bagaimana Pancasila Menjadi Dasar Negara Republik Indonesia?” dan  “Mengapa Pancasila Menjadi Ideologi Negara?”
            Di pertemuan kali ini Bapak Abdul Rahman Hamid selaku dosen pengampu mata kuliah umum Pendidikan Pancasila mempersilahkan setiap kelompok untuk mempresentasikan materi tersebut didepan kelas sebagai pembuka materi Pendidikan Pancasila pertemuan kali ini dan satu kelompok yaitu kelompok saya maju sebagai kelompok yang ingin mempresentasikan materi tersebut. Kelompok saya terdiri atas Paula Noviniawaty, Desti Istiana dan Muhammad Farhan. Namun kelompok kami dinilai kurang dikarenakan tidak dapat mempresentasikan seperti apa yang diharapkan Pak Abdul. Beliau ingin materi tersebut dipresentasikan sekaligus dengan pemberian contoh pada kehidupan nyatanya di Indonesia. Kemudian presentasi dilanjut oleh kelompok kedua yaitu kelompok yang dimana berisikan mahasiswa dari prodi BK dan MP. Mereka sangat bagus sekali dalam mempresentasikan materi tersebut. Dan bahkan mereka semua mendapatkan nilai yang bagus dan tidak perlu ikut quiz. Setelah mereka selesai mempresentasikan, mahasiswa yang lain kecuali mereka serta yang minggu sebelumnya lagi sudah mendapatkan poin terbanyak diharuskan mengikuti kuis pada pertemuan kali ini guna memperoleh nilai.
            Pada pertemuan kali ini, quiznya berbeda dengan quiz quiz yang dilakukan pada minggu sebelumnya. Pada pertemuan kali ini, quiznya itu berupa cepat cepatan dalam menjawab soal yang diajukan oleh Pak Abdul yang dimana soal tersebut berupa soal soal yang bersangkutpautan dengan peraturan perundang undangan, pemilu dan pemerintahan Indonesia. Beberapa diantara kami banyak yang dapat menjawab pertanyaan tersebut. Setelah beberapa soal quiz diajukan selesai dan banyak yang sudah terjawab juga, kemudian pertemuan kali ini berakhir. Sebelum pertemuan berakhir seperti biasa Pak Abdul selaku dosen mengecek daftar absensi mahasiswa dan memberitahukan bahwa untuk pertemuan selanjutnya kami tetap quiz untuk memenuhi nilai kami pada mata kuliah Pendidikan Pancasila serta untuk pertemuan berikutnya topik untuk quiz tersebut yaitu “Bagaimana Pancasila Menjadi Sistem Etika?”
 

Pertemuan ke-10 Pancasila

Nama                          : Ellian Firdanti
NIM                            : 8323162845
Kelas                           : D3 Akuntansi 2016
 
Pertemuan kesepuluh mata kuliah umum Pendidikan Pancasila diadakan pada hari Senin, 22 Mei 2017 mulai pukul 09.50-11.30. Adapun tantangan yang diberikan pada pertemuan kesepuluh mata kuliah umum Pendidikan Pancasila yaitu mahasiswa harus memberikan tanggapan kepada pemaparan materi filsafat umum yang dipaparkan oleh Pak Abdul dikelas serta mencari kata kunci dari materi pada bab 5 yaitu “Mengapa Pancasila Merupakan Sistem Filsafat.”
            Di pertemuan kali ini Bapak Abdul Rahman Hamid selaku dosen pengampu mata kuliah umum Pendidikan Pancasila memberikan materi filsafat umum kepada para mahasiswa sebagai pembuka materi Pendidikan Pancasila pertemuan kali ini dan mahasiswa pun diperkenan menanggapinya kemudian Pak Abdul memberi materi mengenai “Mengapa Pancasila Merupakan Sistem Filsafat” dan mahasiswa diharuskan menemukan kata kunci pada materi tersebut. Apabila mahasiswa tersebut dapat menebak materi tersebut maka mahasiswa tersebut mendapatkan point dan apabila salah satu mahasiswa mendapatkan point terbanyak maka mahasiswa tersebut dibebaskan dari presentasi pada pertemuan berikutnya.
            Berikut adalah beberapa kata kunci yang harus ditebak oleh para mahasiswa mengenai pemaparan materi “Mengapa Pancasila Merupakan Sistem Filsafat” yang dipaparkan oleh Pak Abdul diantaranya :
v  Pancasila  sebagai  sistem  filsafat  merupakan bahan renungan yang menggugah kesadaran para pendiri negara, termasuk Soekarno ketika menggagas ide Philosophische Grondslag. Perenungan ini mengalir ke arah upaya untuk menemukan nilai-nilai filosofis yang menjadi identitas bangsa Indonesia. Perenungan yang berkembang dalam diskusi-diskusi sejak sidang BPUPKI sampai ke pengesahan Pancasila  oleh PPKI,  termasuk salah satu momentum untuk menemukan Pancasila sebagai sistem filsafat. Kata kuncinya bahan renungan.
v   (1) “Sebagai seorang pedagang, filsafat saya adalah meraih keuntungan sebanyak-banyaknya”.
(2) “Saya sebagai seorang prajurit TNI, filsafat saya adalah mempertahankan tanah air Indonesia ini dari serangan musuh sampai titik darah terakhir”.
(3) “Pancasila merupakan dasar filsafat negara yang mewarnai seluruh peraturan hukum yang berlaku”.
(4) “Sebagai seorang wakil rakyat, maka filsafat saya adalah bekerja untuk membela kepentingan rakyat”.
Dari hal tersebut yang merupakan kata kunci  dalam materi tersebut adalah nomor 3 yang merupakan sistem filsafat.
v  Sistem filsafat harus bersifat koheren, artinya berhubungan satu sama lain secara runtut, tidak mengandung pernyataan yang saling bertentangan di dalamnya. Pancasila sebagai sistem filsafat, bagian-bagiannya tidak saling bertentangan, meskipun berbeda, bahkan saling melengkapi, dan tiap bagian mempunyai fungsi dan kedudukan tersendiri; Kata kuncinya adalah runtut.
v  Sistem filsafat harus bersifat menyeluruh, artinya mencakup segala hal dan gejala yang terdapat dalam kehidupan manusia. Pancasila sebagai filsafat hidup bangsa merupakan suatu pola yang dapat mewadahi semua kehidupan dan dinamika masyarakat di Indonesia. Kata kuncinya yaitu mewadahi semua kehidupan dan dinamika masyarakat.
v  sistem filsafat harus bersifat mendasar, artinya suatu bentuk perenungan mendalam yang sampai ke inti mutlak permasalahan sehingga menemukan aspek yang sangat fundamental. Pancasila sebagai sistem filsafat dirumuskan berdasarkan inti mutlak tata kehidupan manusia menghadapi diri sendiri, sesama manusia, dan Tuhan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Kata kuncinya adalah mendasar dan inti/fundamental.
v  Sistem filsafat bersifat spekulatif, artinya buah pikir hasil perenungan sebagai praanggapan yang menjadi titik awal yang menjadi pola dasar berdasarkan penalaran logis, serta pangkal tolak  pemikiran tentang sesuatu. Kata kuncinya yaitu spekulatif.
v  Manusia telah memperoleh kekuatan baru yang besar dalam sains dan teknologi, telah mengembangkan bermacam-macam teknik untuk memperoleh ketenteraman (security) dan kenikmatan (comfort). Kata kuncinya yaitu memperoleh kententeraman (security) dan kenikmatan (comfort).
v  Filsafat melalui kerjasama dengan disiplin ilmu lain memainkan peran yang sangat penting untuk membimbing manusia kepada keinginan-keinginan dan aspirasi mereka. (Titus, 1984: 24). Kata kuncinya adalah membimbing manusia.

v  Dan beberapa kata kunci lainnya yang harus ditebak oleh para mahasiswa pada pertemuan ke-10 ini yaitu pemecahan, pengalaman, kesadaran, anguisme politik, praktis soeharto tentang pemahaman P-4, serta wacana ekonomi.
 

Pertemuan ke-9 Pancasila

Nama                          : Ellian Firdanti
NIM                            : 8323162845
Kelas                           : D3 Akuntansi 2016
 
Pertemuan kesembilan mata kuliah umum Pendidikan Pancasila diadakan pada hari Senin, 15 Mei 2017 mulai pukul 09.50-11.30. Pertemuan kesembilan kali ini bersamaan dengan hari pembukaan dies natalis UNJ ke-53. Dan pada pertemuan kali ini juga kelas terlihat sepi akan mahasiswa dikarenakan ada beberapa banyak mahasiswa yang izin untuk tidak datang pada perkuliahan hari itu. Namun Pak Abdul dan mahasiswa yang ada tetap melakukan perkuliahan seperti biasanya walaupun kelas tidak ramai seperti biasanya.
            Adapun tantangan yang diberikan pada pertemuan kesembilan mata kuliah umum Pendidikan Pancasila yaitu Pak Abdul memberikan permainan yang dimana setiap mahasiswa apabila disebutkan suatu kata lalu cocok dengan kriteria mahasiswa tersebut maka mahasiswa tersebut harus masuk kedalam lingkaran. Di permainan pada pertemuan kali ini juga Bapak Abdul Rahman Hamid selaku dosen pengampu mata kuliah umum Pendidikan Pancasila juga membahas mengenai politik di Indonesia dan diakhir pertemuan beliau akan menjelaskan kesimpulan dari permainan tersebut.
            Berikut adalah kriteria permainan yang dimana setiap mahasiswa apabila cocok dengan criteria tersebut harus masuk ke dalam lingkaran.
v  Siapa yang merupakan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Olahraga?
v  Siapa yang merupakan mahasiswa dari Akuntansi?
v  Siapa yang merupakan mahasiswa dari FIP?
v  Siapa yang merupakan mahasiswa selain yang telah disebutkan diatas?
v  Siapa yang merupakan mahasiswa dari pulau jawa?
v  Siapa yang merupakan mahasiswa dari luar pulau jawa?
v  Siapa yang merupakan mahasiswa kelahiran tahun 1998?
v  Siapa merupakan mahasiswa yang berkacamata?

            Dan tadi merupakan beberapa kriteria yang ada dalam permainan tersebut dan apabila mahasiswa tersebut cocok dengan kriteria tersebut maka mahasiswa tersebut harus masuk ke dalam lingkaran. Dan diakhir perkuliahan pun dibahas mengenai sedikit politik di Indonesia dan merupakan puncak dari permainan tersebut. Diakhir pertemuan Pak Abdul selaku dosen Pendidikan Pancasila memberikan kesimpulan dan pesan dari permainan tersebut dan kemudian kelas Pendidikan Pancasila berakhir di pukul 11.40.
 

Pretemuan ke-7 dan ke-8 Pancasila

Nama                          : Ellian Firdanti
NIM                            : 8323162845
Kelas                           : D3 Akuntansi 2016
 
Pertemuan ketujuh dan kedelapan mata kuliah umum Pendidikan Pancasila diadakan pada hari Senin, 8 Mei 2017 mulai pukul 09.50-11.30. Adapun tantangan yang diberikan pada pertemuan ketujuh dan kedelapan mata kuliah umum Pendidikan Pancasila yaitu mahasiswa harus memberikan tanggapan kepada pemaparan video yang dipaparkan oleh Pak Abdul melalui grup whatsapp mata kuliah Pancasila kode seksi 0144. Di pertemuan kali ini Bapak Abdul Rahman Hamid selaku dosen pengampu mata kuliah umum Pendidikan Pancasila hanya memberikan video kemudian para mahasiswa pun menanggapinya dan diakhir pertemuan beliau akan menjelaskan kesimpulan dari pemaparan video tersebut.
            Berikut adalah beberapa tanggapan yang diberikan oleh para mahasiswa mengenai pemaparan video yang dipaparkan oleh Pak Abdul diantaranya :
v Politik di Indonesia kurang baik.
v Masyarakat Indonesia masih kurang banyak pengetahuan mengenai politik.
v Harusnya politik di Indonesia tidak membawa unsur SARA.
v Kurang adanya toleransi dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia.
v Video tersebut merupakan provokatif disalah satu pihak.
v Apabila video sejenis semakin diperbanyak maka masyarakat Indonesia akan terpecah belah lebih jauh lagi.

Minggu, 28 Mei 2017

Pertemuan ke-6 Pancasila

Nama                          : Ellian Firdanti
NIM                            : 8323162845
Kelas                           : D3 Akuntansi 2016
            Pertemuan ketiga mata kuliah umum Pendidikan Pancasila diadakan pada hari Senin, 17 April 2017 mulai pukul 09.50-11.30. Adapun materi yang dibahas pada pertemuan ketiga mata kuliah umum Pendidikan Pancasila yaitu mengenai “PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA DAN NEGARA.” Di pertemuan kali ini Bapak Abdul Rahman Hamid selaku dosen pengampu mata kuliah umum Pendidikan Pancasila menjelaskan mengenai Pancasila dalam fungsinya sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia.
            Berikut adalah beberapa hal yang dibahas dalam mata kuliah umum Pendidikan Pancasila pada pertemuan keenam mengenai “PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA DAN NEGARA” :
v Ideologi diartikan sebagai ilmu-ilmu yang mempelajari tentang ide-ide. Contoh : Hedonisme.
v Ideologi sudah dimulai pada masa sidang BPUPKI yang pertama.
v 3 Jenis negara yang ada di Indonesia, yaitu : liberal, kelas, dan integralistik.
v Pilihan bentuk negara akan menentukan apa yang dilakukan oleh pemerintah.
v Pembagian masa-masa pemikiran manusia yaitu diantaranya :
1.     Dari sebelum abad ke 6 masehi yaitu masa prasokates dimana pemikiran atau logika berdasarkan alam sekitar.
2.     Abad ke 6 sebelum masehi hingga abad ke 6 setelah masehi, yaitu masa yunani kuno dimana timbulnya filsafat tentang manusia dan budaya adanya istilah kumsofis (pengacara).
3.     Dari abad ke 6 sesudah masehi hingga ke 16, yaitu masa kegelapan dimana pada masa ini tidak boleh menentang nilai-nilai agama (golongan borjuis).
4.     Dari abad ke 16 masehi sampai dengan abad ke 19 merupakan puncaknya revolusi perancis.
5.     Dari abad ke 19 masehi sampai abad ke 20 merupakan abad kontemporer.
6.     Dari abad ke 20 hingga sekarang merupakan abad millenium

Minggu, 21 Mei 2017

Pertemuan ke-5 Pancasila

Nama                          : Ellian Firdanti
NIM                            : 8323162845
Kelas                           : D3 Akuntansi 2016

 PERTEMUAN KE – 5 (SENIN, 10 APRIL 2017)

            Pada pertemuan keempat mata hari Senin, 10 April 2017 mulai pukul 09.50-11.30, diadakan permainan mengenai kepemimpinan. Di pertemuan kali ini mahasiswa yang terdaftar dalam mata kuliah umum Pendidikan Pancasila kode seksi 0144 diberikan tantangan melalui sebuah permainan dengan berkelompok dan akan diberikan pertanyaan dan mahasiswa sebagai pemimpin harus bisa mengambil keputusan.
Untuk pertemuan kali ini, kami sebagai mahasiswa tidak hanya diberikan tantangan, namun ada arti sendiri dalam tantangan ini. Kami bukan hanya sekedar belajar namun kami juga diajak untuk ikut larut dalam tantangan ini. Tangyangan ini merupakan permainan yang menggunakan logika, kecerdasan dan juga kecerdikan. Di dalam pertemuan kali ini, kami dibagi ke dalam 6 kelompok yang dimana tiap tiap kelompok terdiri dari 6-7 orang yang dimana setiap kelompok bukan terdiri dari program studi yang sama, namun digabung dengan mahasiswa dari program studi yang lainnya. Setalah itu tiap-tiap kelompok dipersilahkan untuk memilih ketua kelompok yang akan dijadikan sebagaikan pimpinan. Lalu sebelum permainan dimulai tiap-tiap ketua kelompok dipersilahkan maju untuk diberikan penjelasan mengenai sistem permainan dan penilaian dari permainan kepemimpinan kali ini. Berikut adalah penilaian yang digunakan pada permainan kepemimpinan pertemuan kali ini :

1.
6x
-1000 M
2.
5x
+100 M

1y
-800 M
3.
4x
+200 M

2y
-400 M
4.
3x
+300 M

3y
-300 M
5.
2x
+400 M

4y
-200 M
6.
1x
+1000 M

5y
-100 M
7.
6y
+500 M

Dan akhirnya permainan pun dimulai. Pak Abdul memberikan beberapa kasus yang diantaranya membicarakan mengenai Subsidi, BBM, Freeport yang dimana tiap-tiap pimpinan hanya diperbolehkan menjawab “setuju” atau “tidak setuju”. Permainan ini cukup serius dan amat menegangkan. Tetapi permainan ini juga mengasyikkan. Berdasarkan keputusan Pak Abdul tidak ada yang menang dalam tantangan walaupun ada yang meraih skor tertinggi dikarenakan tidak ada yang bisa menunjukan sifat kepemimpinannya, namun sudah baik karena sudah berani mencoba.

Pertemuan Ke-4 Pancasila

Nama                          : Ellian Firdanti
NIM                            : 8323162845
Kelas                           : D3 Akuntansi 2016

Review Perkuliahan Mata Kuliah
Pendidikan Pancasila
Pertemuan Ke-4 (Senin, 03 April 2017)


Assalamu’alaikum Wr.Wb. 
Pada pertemuan ke-4, Pukul 10.00, saya dan teman-teman saya memasuki ruangan kelas Mata Kuliah Pancasila dengan bergantian dengan kelas sebelumnya yang juga diajar oleh Bapak Abdul Rahman. Ruangan masih sepi, terlihat masih ada beberapa mahasiswa yang baru datang tetapi sudah ada dosen kami, karena beliau lebih dulu dating dan mengajar di pagi hari sebelum kelas kami. Sekitar 15 menit kemudian, kelas sudah terpenuhi oleh beberapa mahasiswa, dan kami pun siap untuk belajar. 
Pada pertemuan kali ini, akan ada dua kelompok yang maju untuk mempresentasikan materi tentang “Sejarah Tentang Arus Pancasila”. Secara acak dosen kami pun menunjuk salah satu kelompok dari bebrapa kelompok yang ada dan kelompok pertama pun terpilih untuk memresentasikan materi tersebut. Dalam setiap kelompok terdiri dari 5/6 mahasiswa. Satu persatu dari mahasiswa di dalam kelompok tersebut pun mulai mempresentasikannya. Setelah kelompok pertama selesai, kemudian terpilihlah kelompok dua yang berasal dari kelas saya yaitu, D3 Akuntansi 1, teman-teman saya pun terkejut ketika nama kelompok mereka disebutkan satu per-satu. Dan dengan santainya mereka akhirnya mempresentasikan tentang materi yang sama. 
Waktu pun berjalan dengan cepat dan singkat, materi pun selesai dipresentasikan oleh dua kelompok dari kami. Mata kuliah umum pun selesai pukul 12.30. Dosen kami pun mengucapkan terimakasih untuk pertemuan hari itu. Kami pun bergegas keluar ruangan untuk meninggalkan kelas. Dan sekian review yang saya dapat pada pertemuan ke-4 ini. Wassalamua’alaikum.Wr.Wb.

Minggu, 02 April 2017

Pendidikan Pancasila - Review Perkuliahan Pertemuan Ke-3

NAMA                                   : Ellian Firdanti
NIM                                        : 8323162845
KELAS                                  : D3 AKUNTANSI 1 2016
MATA KULIAH                  : PENDIDIKAN PANCASILA
DOSEN                                 : 0144/BPK. ABDUL RAHMAN HAMID, S.H, M.H
REVIEW PERKULIAHAN UNTUK MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA
PERTEMUAN KE – 3 (SENIN, 27 MARET 2017)
            Pertemuan ketiga mata kuliah umum Pendidikan Pancasila diadakan pada hari Senin, 27 Maret 2017 mulai pukul 09.50-11.30. Adapun materi yang dibahas pada pertemuan ketiga mata kuliah umum Pendidikan Pancasila yaitu mengenai “BAGAIMANA PANCASILA DALAM ARUS SEJARAH BANGSA INDONESIA?” Di pertemuan kali ini Bapak Abdul Rahman Hamid selaku dosen pengampu mata kuliah umum Pendidikan Pancasila menjelaskan mengenai Pancasila dalam arus sejarah bangsa Indonesia dan membahas mengenai konsep dan urgensi Pancasila dalam arus sejarah bangsa Indonesia.
            Berikut adalah beberapa hal yang dibahas dalam mata kuliah umum Pendidikan Pancasila pada pertemuan ketiga mengenai “BAGAIMANA PANCASILA DALAM ARUS SEJARAH BANGSA INDONESIA?” :
  • Perumusan Pancasila mulai dari siding BPUPKI sampai pengesahan Pancasila sebagai dasar negara dalam siding BPUPKI sampai pengesahan Pancasila sebagai dasar negara dalam siding PPKI, masih mengalami tantangan berupa “amnesia sejarah” (istilah yang dipergunakan Habibie dalam pidato 1 Juni 2011).
  • Pancasila merupakan dasar resmi negara kebangsaan Indonesia sejak 18 Agustus 1945 yang disahkan oleh PPKI, lembaga atau badan konstituante yang memiliki kewenangan dalam merumuskan dan mengesahkan dasar negara Indonesia merdeka.
  •  Ahli sejarah, Sartono Kartodirdjo, sebagaimana dikutip oleh Mochtar Pabottinggi dalam artikelnya yang berjudul Pancasila sebagai Modal Rasionalitas Politik, menegarai bahwa benih nasionalisme sudah mulai tertanam kuat dalam gerakan Perhimpoenan Indonesia yang sangat menekankan solidaritas dan kesatuan bangsa.
  • BPUPKI dibentuk oleh Pemerintah Pendudukan Jepang pada 29 April 1945 dengan jumlah anggota 60 orang. Badan ini diketuai oleh dr. Rajiman Wedyodiningrat yang didampingi oleh dua orang Ketua Muda (Wakil Ketua), yaitu Raden Panji Suroso dan Ichibangse (orang Jepang). BPUPKI dilantik oleh Letjen Kumakichi Harada, panglima tentara ke-16 Jepang di Jakarta, pada 28 Mei 19
  • Sehari setelah dilantik, 29 Mei 1945, dimulailah sidang yang pertama dengan materi pokok pembicaraan mengenai calon dasar negara yang dilaksanakan pada tanggal 29 Mei sampai dengan  1 Juni 1945. Menurut catatan sejarah, diketahui bahwa sidang tersebut menampilkan beberapa pembicara, yaitu Mr. Muh Yamin, Ir. Soekarno, Ki Bagus Hadikusomo, Mr. Soepomo.
  • Sebagaimana diketahui bahwa salah seorang pengusul calon dasar negara dalam sidang BPUPKI adalah Ir. Soekarno yang berpidato pada 1 Juni 1945. Pada hari itu, Ir. Soekarno menyampaikan lima butir gagasan tentang dasar negara sebagai berikut:
1.      Nasionalisme atau kebangsaan Indonesia
2.      Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan.
3.      Mufakat atau Demokrasi.
4.      Kesejahteraan Sosial.
5.      Ketuhanan yang berkebudayaan.
v  Berdasarkan catatan sejarah, kelima butir gagasan itu diberi nama Pancasila. Selanjutnya, Ir. Soekarno juga mengusulkan jika seandainya peserta sidang tidak menyukai angka 5, maka ia menawarkan angka 3, yaitu Trisila yang terdiri atas (1) Sosio-Nasionalisme (2) Sosio-Demokrasi (3) Ketuhanan Yang Maha Esa. Ir. Soekarno akhirnya juga menawarkan angka 1 yaitu Ekasila yang berisi asas Gotong Royong.
v  Hal yang terpenting yang mengemuka dalam sidang BPUPKI kedua pada 10-16 Juli 1945 adalah disetujuinya naskah awal “Pembukaan Hukum Dasar” yang kemudian dikenal dengan nama Piagam Jakarta.
v  Isi Piagam Jakarta diantaranya :
1.      Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
2.      Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3.      Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
5.      Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
v  Naskah awal “Pembukaan Hukum Dasar” yang dijuluki Piagam Jakarta ini dikemudian hari dijadikan “Pembukaan” UUD 1945, dengan sejumlah perubahan disana-sini.
v  Melalui jalan berliku, akhirnya dicetuskanlah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Teks kemerdekaan itu didiktekan oleh Moh. Hatta dan ditulis oleh soekarno pada dini hari. Dengan demikian, naskah bersejarah teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia ini digagas dan ditulis oleh dua tokoh proklamator tersebut sehingga wajar jika dinamakan Dwitunggal. Selanjutnya, naskah tersebut diketik oleh Sayuti Melik.
v  Sampai detik ini, teks Proklamasi yang dikenal luas adalah sebagai berikut:
Proklamasi
Kami Bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dll. diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Jakarta, 17 Agustus 1945
Atas Nama Bangsa Indonesia
Soekarno-Hatta
v  Sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yakni 18 agustus 1945, PPKI bersidang untuk menentukan dan menegaskan posisi bangsa Indonesia dari semula bangsa Indonesia dari semula bangsa terjajah menjadi bangsa yang merdeka. PPKI yang semula merupakan badan buatan pemerintah Jepang, sejak saat itu dianggap mandiri sebagai badan nasional. Atas prakarsa Soekarno, anggota PPKI ditambah 6 orang lagi, dengan maksud agar lebih mewakili seluruh komponen bangsa Indonesia. Mereka adalah Wiranatakusumah, Ki Hajar Dewantara, Kasman Singodimejo, Sayuti Melik, Iwa Koesoema Soemantrim dan Ahmad Subarjo.
v  Putusan-putusan penting yang dihasilkan pada sidang 18 Agustus 1945  mencakup hal-hal berikut:
1.      Mengesahkan Undang-Undang Dasar Negara (UUD’45) yang terdiri atas Pembukaan dan Batang Tubuh. Naskah Pembukaan berasal dari Piagam Jakarta denhan sejumlah perubahan. Batang Tubuh juga berasal dari rancangan BPUPKI dengan sejumlah perubahan pula.
2.      Memilih Presiden dan Wakil Presiden yang pertama (Soekarno dan Hatta).
3.      Membentuk KNIP yang anggota intinya adalah mantan anggota PPKI ditambah tokoh-tokoh masyarakat dan banyak golongan. Komite ini dilantik 29 Agustus 1945 dengan ketua Mr. Kasman Singodimejo.
v  Rumusan Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut:
1.      Ketuhanan Yang Maha Esa
2.      Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3.      Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakila
n.
5.      Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
v  Alasan diperlukannya Pancasila dalam kajian sejarah bangsa Indonesia dikarenakan :
1.      Pancasila merupakan Identitas bangsa Indonesia.
2.      Pancasila merupakan Kepribadian bangsa Indonesia.
3.      Pancasila merupakan Pandangan Hidup bangsa Indonesia.
4.      Pancasila merupakan Jiwa Bangsa.
5.      Pancasila merupakan Perjanjian Luhur.
v  Kesimpulan :
Pengertian Pancasila dalam sejarah bangsa Indonesia menunjukan hal-hal sebagai berikut:
1.      Pancasila merupakan produk otentik pendiri negara Indonesia (The Founding fathers).
2.  Nilai-nilai Pancasila bersumber dan digali dari nilai agama, kebudayaan dan adat istiadat.
3.      Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa dan dasar filsafat kenegaraan
Pentingnya Pancasila dalam sejarah bangsa Indonesia menunjukkan hal-hal berikut :
1.  Betapapun lemahnya pemerintahan suatu rezim, tetapi Pancasila tetap bertahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
2.   Betapapun ada upaya untuk mengganti Pancasila sebagai ideologi bangsa, tetapi terbukti Pancasila merupakan pilihan yang terbaik bagi bangsa Indonesia.
3.      Pancasila merupakan pilihan terbaik bagi bangsa Indonesia karena bersumber dan digali dari nilai-nilai agama, kebudayaan, dan adat istiadat yang hidup dan berkembang di bumi Indonesia.
4.  Kemukakan argumen Anda tentang Pancasila sebagai pilihan terbaik bangsa Indonesia.
 
Ellian Firdanti Blog Blogger Template by Ipietoon Blogger Template